Pulang dari Dubai, Matanya Silau Pakai Kacamata KW 20 Ribu

Matahari di Dubai, Tapi Matanya Silau Pakai Kacamata KW 20 Ribu

MATAHARI DI DUBAI, TAPI MATANYA SILAU PAKAI KACAMATA KW 20 RIBU:
KISAH WARTIYEM SI 'MANTAN' TKW

Bu RT: "Aduh Mbah Warso, kalian sudah dengar belum si Wartiyem pulang dari Dubai? Sekarang minta dipanggil 'Princess'!"

Mbah Kromo: "Princess apa princessan? Kemarin aku lihat dia beli kacang di warung masih pakai uang receh!"

Mbah Warso: (nyruput kopi pelan) "Sabarlah... Orang habis dari negeri orang biasanya masih mabuk gedung-gedung tinggi. Nanti juga sadar sendiri."

1. KEDATANGAN SANG "PRINCESS"

Bu RT: "Tadi pagi dia lewat depan rumahku naik motor baru warna pink! Kacamatanya gelap banget sampai nabrak kambing pak Haji!"

Mbah Kromo: "Itu bukan kacamata Bu... Itu kaca film mobil bekas yang dia tempelin di kacamata biasa! Aku lihat sendiri waktu dia beli di pasar loak."

Wartiyem: (tiba-tiba muncul) "Astaghfirullah! Itu branded dari Dubai Mall! Harganya setara gaji kalian setahun!"

Mbah Warso: "Wah, kalau gitu tolong tunjukkan receipt-nya... Aku mau lihat apakah di Dubai ada diskon kacamata sampai 99%?"

"Orang yang benar-benar kaya tidak perlu membuktikan kekayaannya, seperti pohon berbuah yang tidak perlu berteriak 'Aku manis!'" — Mbah Warso

2. FLEXING YANG MENGGELIKAN

Wartiyem: "Di Dubai aku kerja di hotel bintang 7! Setiap hari lihat orang kaya dari seluruh dunia!"

Bu RT: "Kalau begitu kenapa waktu di sini minta dispensasi iuran sampah?"

Mbah Kromo: "Hotel bintang 7? Aku tanya tadi ke ponakanku yang juga TKW di Dubai... Katanya Wartiyem cuma cuci piring di warung tenda dekat lokasi konstruksi!"

[suara gelas diketok keras]

Mbah Warso: "Sudah-sudah... Yang penting dia pulang dengan selamat. Tapi Wartiyem, lebih baik jujur daripada pamer palsu. Gengsi itu berat, Nak... Nanti motorma jebol suspensinya!"

3. REALITA DI BALIK GLAMOR

Bu RT: "Katanya gajinya 10 juta sebulan? Tapi kok masih ngutang di warungku?"

Wartiyem: "Itu... itu karena uangku masih dalam bentuk dolar! Belaku konversi!"

Mbah Kromo: "Konversi ke rupiah atau ke hutang?"

Mbah Warso: (menghela napas) "Wartiyem, di Dubai kau belajar apa selain cara beli kacamata KW?"

Wartiyem: "Aku... aku belajar budaya tinggi! Sekarang aku bisa bedakan champagne dan sprite!"

Bu RT: "Tapi waktu aku kasih air putih tadi, kau bilang 'ini aqua kw ya bu?'"

4. NASEHAT MBAH WARSO

Mbah Warso: "Dengar Wartiyem... Kemuliaan seseorang bukan diukur dari merk kacamatanya, tapi dari kejujuran hatinya."

Wartiyem: "Tapi Mbah..."

Mbah Warso: "Tak usah 'tapi'. Aku tahu kau kerja keras di Dubai. Tak perlu ditutupi dengan pamer. Desa ini tetap rumahmu, mau kau bawa uang banyak atau tidak."

Mbah Kromo: "Kecuali hutang di warung Bu RT itu... Itu harus dibayar!"

Mbah Warso: "Dan motor pinkmu itu... Aku lihat STNK-nya masih atas nama rentalan. Lebih baik jujur daripada hidup dalam kebohongan yang menyiksa."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mobil Mewah Pejabat Dan Gerobak Warga : Negara Apa Karnaval ?

Ngumpul tapi Sibuk Hp Masing Masing ! Piye Tho Iki ?

Otaknya Lelah, Liburan Sebulan Sekali: Fenomena Mama-Mama SOSMED