Mbah Warso Wisdom in Whimsy
Bu RT: "Aduh Mbah Warso, kalian sudah dengar belum si Wartiyem pulang dari Dubai? Sekarang minta dipanggil 'Princess'!"
Mbah Kromo: "Princess apa princessan? Kemarin aku lihat dia beli kacang di warung masih pakai uang receh!"
Mbah Warso: (nyruput kopi pelan) "Sabarlah... Orang habis dari negeri orang biasanya masih mabuk gedung-gedung tinggi. Nanti juga sadar sendiri."
Bu RT: "Tadi pagi dia lewat depan rumahku naik motor baru warna pink! Kacamatanya gelap banget sampai nabrak kambing pak Haji!"
Mbah Kromo: "Itu bukan kacamata Bu... Itu kaca film mobil bekas yang dia tempelin di kacamata biasa! Aku lihat sendiri waktu dia beli di pasar loak."
Wartiyem: (tiba-tiba muncul) "Astaghfirullah! Itu branded dari Dubai Mall! Harganya setara gaji kalian setahun!"
Mbah Warso: "Wah, kalau gitu tolong tunjukkan receipt-nya... Aku mau lihat apakah di Dubai ada diskon kacamata sampai 99%?"
"Orang yang benar-benar kaya tidak perlu membuktikan kekayaannya, seperti pohon berbuah yang tidak perlu berteriak 'Aku manis!'" — Mbah Warso
Wartiyem: "Di Dubai aku kerja di hotel bintang 7! Setiap hari lihat orang kaya dari seluruh dunia!"
Bu RT: "Kalau begitu kenapa waktu di sini minta dispensasi iuran sampah?"
Mbah Kromo: "Hotel bintang 7? Aku tanya tadi ke ponakanku yang juga TKW di Dubai... Katanya Wartiyem cuma cuci piring di warung tenda dekat lokasi konstruksi!"
[suara gelas diketok keras]
Mbah Warso: "Sudah-sudah... Yang penting dia pulang dengan selamat. Tapi Wartiyem, lebih baik jujur daripada pamer palsu. Gengsi itu berat, Nak... Nanti motorma jebol suspensinya!"
Bu RT: "Katanya gajinya 10 juta sebulan? Tapi kok masih ngutang di warungku?"
Wartiyem: "Itu... itu karena uangku masih dalam bentuk dolar! Belaku konversi!"
Mbah Kromo: "Konversi ke rupiah atau ke hutang?"
Mbah Warso: (menghela napas) "Wartiyem, di Dubai kau belajar apa selain cara beli kacamata KW?"
Wartiyem: "Aku... aku belajar budaya tinggi! Sekarang aku bisa bedakan champagne dan sprite!"
Bu RT: "Tapi waktu aku kasih air putih tadi, kau bilang 'ini aqua kw ya bu?'"
Mbah Warso: "Dengar Wartiyem... Kemuliaan seseorang bukan diukur dari merk kacamatanya, tapi dari kejujuran hatinya."
Wartiyem: "Tapi Mbah..."
Mbah Warso: "Tak usah 'tapi'. Aku tahu kau kerja keras di Dubai. Tak perlu ditutupi dengan pamer. Desa ini tetap rumahmu, mau kau bawa uang banyak atau tidak."
Mbah Kromo: "Kecuali hutang di warung Bu RT itu... Itu harus dibayar!"
Mbah Warso: "Dan motor pinkmu itu... Aku lihat STNK-nya masih atas nama rentalan. Lebih baik jujur daripada hidup dalam kebohongan yang menyiksa."
✍️ Ditulis di Warung Kopi "Mbok Darmi", sambil menyaksikan Wartiyem mencoba parkir motor pinknya yang nyangkut di selokan
🎭 Disclaimer: Semua karakter fiksi, kecuali sifat norak manusia yang sangat nyata
Komentar
Posting Komentar
Komen Sing Apik apik Cah.