Mbah Warso Wisdom in Whimsy
Denger nih, Lur! Mbah Warso mau bahas evolusi gaya PDKT dari jaman old ke jaman now. Dulu anak muda PDKT naik sepeda butut, sekarang naik e-scooter kekinian. Tapi yang bikin Mbah geleng-geleng, romantisme kok malah makin tipis ya? Wkwkwk!
Mari kita bedah perbedaannya:
| Aspek | PDKT Naik Sepeda | PDKT Naik E-Scooter |
|---|---|---|
| Transportasi | Sepeda kayuh, keringetan | E-scooter, tinggal gas |
| Biaya | Gratis, cuma modal tenaga | Bayar per menit, bisa lebih mahal dari ojek |
| Momen | Ngobrol sepanjang jalan | Diam-diaman karena takut jatuh |
| Romantisme | Dia peluk pinggang erat-erat | Dia pegang bahu sambil teriak "Awas-awas!" |
| Resiko | Ban kempes | Batre habis di tengah jalan |
"Dulu pacaran naik sepeda bisa keliling kota sambil curhat. Sekarang naik e-scooter cuma bisa keliling mall sambil takut kena tilang."
Ini buktinya menurut Mbah Warso:
Ini yang sering terjadi:
"PDKT naik e-scooter itu seperti cinta modern - cepat, praktis, tapi gampang kehabisan daya."
Nih tips dari Mbah buat lo yang mau romantis tapi tetap kekinian:
Mbah Warso bilang: Gak peduli lo naik sepeda, e-scooter, atau bahkan delman, yang penting niat dan usahanya. Jaman sekarang banyak yang PDKT-nya cuma modal chat doang, naik e-scooter berdua aja udah lebih romantis dari itu!
Komen di bawah pengalaman lo PDKT naik apa!
"Jangan cuma bisa nge-gas e-scooternya, gas hubungannya juga dong!" — Mbah Warso
© 2023 Blognya Mbah Warso | Filsuf Kampung yang Nggak Mau Dianggap Serius
Disclaimer: Artikel ini ditulis sambil naik sepeda ontel butut, makanya agak nostalgi.
Komentar
Posting Komentar
Komen Sing Apik apik Cah.